Kisah Mb Kanti yang viral karena beritanya tega menggorok ketiga anaknya ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Bukan hanya pelajaran untuk seorang ibu yang harus tetap menjaga kewarasannya. Bukan juga pelajaran seorang suami yang harus menjaga istrinya. Tetapi ini adalah pelajaran bagi kita semuanya. Termasuk keluarga dan orang-orang yang ada disekitarnya.
Ya,,, semenjak ada layangan putus, kita jadi lebih sering mendengar istilah healing. Sejatinya healing sendiri artinya penyembuhan atau pengobatan. Tetapi dalam bahasa medsos healing mempunyai beragam arti ada yang mengertikan jalan-jalan, ada yang mengartikan penyegaran, ada yang mengartikan menepi dari rutinitas sehari-hari. Apapun itu artinya kembali pada diri kita masing-masing. Yang mengerti keadaan kita hanya diri kita dan Tuhan yang menciptakan kita sendiri.
Jika kita merasa tidak sanggup dengan keadaan yang membuat kita stres atau depresi dekatkan diri kita pada Allah Tuhan semesta alam. Lakukan apa yang menurut kita bisa menenangkan hati kita. Lakukan hobi kita, kalau hobi kita masak ya masak, hobi kita baca ya baca, hobi kita makan ya makan, lakukanlah dengan tak pernah lekang untuk beristighfar menyebut Asma Allah dan bershalawat kepada Nabi.Bisa jadi mb Kanti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan dirinya. Akan tetapi masih belum sanggup mencapai ketenangan. Disini kita butuh sandaran hidup kita suami. Sebagai suami tentunya berperan penting terhadap kewarasan istri. Bukan hanya memberi nafkah lahir saja, bathin istri pun perlu dinafkahi. Ketenangan, kenyamanan, kesenangan, dan pelepas lelah dan penat ditengah rutinitas sehari - hari adalah keluarga yang harmonis. Keluarga yang saling suport dan salalu menyenangkan walaupun hanya duduk diteras sambil menikmati teh hangat.Akan tetapi jika suami kita pun mempunyai masalah sendiri. Seperti yang diceritakan mb Kanti bahwa suaminya bolak balik nganggur habis kontrak, bisa juga suami merasakan stres dan depresi. Maka bicaralah baik baik. Kontrol emosi kita. Bicara dari hati ke hati. Saling menguatkan satu sama lain. Seperti ikrar kita dalam ijab qobul. Selebihnya kita tidak pernah tahu kehidupan mb Kanti dan pasangannya.
Lalu bagaimana mb Kanti tetap menjaga kewarasan. Jika suami juga memikiki masalah yang sama. Bukannya kita mendapat ketenangan malah menambah masalah. Di sisni peran Keluarga dan orang disekitar dubutuhkan. Kita harus belajar menjadi orang yang bisa memahami keadaan keluarga, tetangga dan orang disekitar kita. Kita tak patut menghakimi atau ikut campur urusan orang lain apa lagi berkata sesuatu yang tidak menyenangkan. Belajar menjadi pendengar yang baik, jika kita bisa memberi solusi berikan solusi yang baik jika tidak bisa maka jangan menghujat atau mencela. Kita tidak tahu apakah mb Kanti murni hanya karena suami yang ngaggur. Atau mb Kanti terpengaruh lingkungan atau desakan lingkungan. Harus begini begitu. Jadi ini jadi itu. Gaya ini gaya itu. Makan ini makan itu. Jalan kesini jalan kesitu. Dan lain sebagainya. Kadang keluarga dan lingkungan hanya melihat hijaunya saja, atau menuntut untuk selalu hijau padahal di dalamnya kita layu. Kadang keluarga dan lingkungan hanya menilai buruknya saja tanpa menilai sisi baiknya.Nah, oleh sebab itu jadilah pribadi yang baik. Jika kita jadi suami jadilah suami yang baik, jika jadi istri jadilah istri yabg baik, jika jadi ibu jadi ibu yang baik jika jadi saudara jadi saudara yang baik, jika jadi tetangga jadi tetangga yang baik.
Untuk self healing kita tidak perlu terlihat bahagia kalo kita harus berpura-pura. Kita tidak perlu mengikuti irama trend yang berwarna warni kalau kita hanya punya satu warna. Kita ciptakan warna kita sendiri untuk ketenangan kita. Jaga baik-baik diri kita. Jangan memberi celah bisikan iblis ditelinga kita. Dekatkan diri kita pada yang Maha Kuasa. Mintalah pertolongan-Nya. Mintalah kekutan Kepadanya-Nya. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi ujian melampaui batas kemampuan umatnya. Di balik kesulitan ada kemudahan, kemudahan dan kemudahan. Semoga kita selalu diberi keselamatan dunia dan akhirat aamiin...
Setuju bgt mb isma...
BalasHapusIyah mb... Jaga kewarasan kita..
BalasHapus