Sabtu, 12 Februari 2022

Mengolah Majalah Sekolah

 

Pertemuan ke 12

Tanggal, 11 Februari 2022

Tema : Mengolah Majalah Sekolah

Narasumber : Widya setianingsih,S.Ag

Moderator : Maesaroh

Resume : ke 12

Gelombang : 24


Salah satu cara agar anak gemar membaca adalah memberikan anak buku bacaan. Akan tetapi buku bacaan yang diberikan pun harus menarik agar anak merasa senang saat membaca. Ini adalah PR kita sebagai guru sekaligus orang tua untuk anak-anak kita.

Pada pertemuan kali ini pelatihan kelas menulis akan membahas tentang "Mengelola Majalah Sekolah" dengan narasumber Ibu Widya setianingsih,S.Ag. Dan moderator Ibu Maesaroh. Kedua wanita ini adalah orang-orang yang pandai merangkai kalimat indah. Terbukti dari 0embukaan yang memukau dari Bu Mae dan paparan materi yang dahsyat dari Bu Widya.

Sebelum jauh berkelana memahami kalimat demi kalimat yang disampaikan Bu Widya mari kita kenalan dulu sama sang Arema tulen. 

Beliau adalah Alumni kelas belajar menulis angkatan 21. Beliau termasuk F1 untuk kelulusan mengikuti pelatihan. Sang pujangga dan juara puisi ini patut diacungi jempol dan applause yang meriah. Karena sajak - sajaknya bikin hati meleleh dan terpesona. 
Yuk kita simak paparan dari Bu Widya.
Menurut KBBI Majalah adalah terbitan berkalayang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan topikaktual yang patut diketahui pembaca.
Macam majalah berdasarkan waktu penerbitan ada majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya.
Majalah menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.

Apa saja sih manfaat Majalah Sekolah?
  • Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa
  • Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.
  • Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar  dll)
  • Sarana publikasi sekolah di masyarakat.
  • Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.
Adapun Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah adalah:
  • Membuat nama majalah. Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.
  • Menentukan artikel yang akan ditampilkan.
  1. Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.
  2. Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
  3. Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.
  4. Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.
  5. Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
  6. Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll.
  7. Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll.
  8. Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.
  9. Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
  10. Info dan pengumuman: Info ujian, libur dan sebagainya.
  • Mengajukan ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.
  • Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid. Saran dari Bu Widya kita bisa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak, Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku,gunakan bahasa keseharian dan pergaulan, selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan), gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.
  • Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : Tetap Berprestasi dimasa pandemi, Semakin Berilmu Semakin Berakhlak, Lets go green, Raih Mimpi Setinggi Bintang, Hold Your Star
  • Cover dan Layout Menarik. Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah. Mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca. Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah. Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD,SMP, SMA). Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek. Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. 
  • Pembiayaan. Pembiayaan digunakan untuk: Biaya cetak majalah, Membayar HR crew, Pembelian hadiah kuiz dan lain-lain. Pembiayaan cetak majalah bisa dibagi menjadi tiga yaitu murni dari siswa, BOSDA, Sponsor. 

  • Percetakan. Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.
  • Upgrade Ilmu Secara Kontinue. Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout. Kita bisa memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.
  • Pupuk Kekompakan Team. Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas sama pentingnya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.
Berikut langkah-langkah membuat majalah sekolah:
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah. Ini sangat penting agar majalah sekolah tetap eksis dengan isi yang bermakna.
Susunan Redaksi Majalah Sekolah

 1. Penasehat : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah
Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah.
2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah
Tugasnya : Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan .
3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
4. Editor 
Tugasnya: Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.
5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
6. Fotografer  Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
7. Layout
Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.
8. Bendahara
Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah.
2. Mengajukan Proposal.
Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dan sebagainya.
3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan,dan lain-lain.
4. Mencari rekanan pendukung. Seperti mencari percetakan atau sponsor.

Demikian paparan materi yang luar biasa dari Bu Widya. Pada dasarnya dalam membuat majalah sekolah tentu tak jauh dari menulis. Kita harus mempunyai patner atau tim yang sama doyan di dunia literasi. Mencari sponsor yang mendukung literasi. Serta mencari percetakan agar majalah dapat dibaca oleh siswa. Dan yang tidak kalah penting adalah kekompakan tim.
Sebagai penulis baik itu penulis fiksi atau non fiksi. Baik majalah ataupun buletin semua memerlukan upgrade ilmu untuk mengikuti perkembangan jaman. Ayo teruslah menulis dan menulis, dan biarkan tulisan kita menemukan takdirnnya.

Salam Literasi...

Kamis, 10 Februari 2022

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 


Pertemuan ke 11
Tanggal, 9 Februari 2022
Tema            : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber : Sudomo,S.Pt
Moderator    : Helwiyah
Resume        : Ke 11
Gelombang  : 24

"Senja baru beranjak pergisebagian wilayah Indonesia sudah diselimuti gelap pertanda malam sudah tiba  Sebagian orang masih  berjuang melawan kemacetan di jalan raya, sebagian sudah di rumah, berkumpul bersama keluarga sambil  nonton TV atau makan malam " (Helwiyah).

Pembukaan acara yang memukau oleh Bu Helwiyah selaku modertor malam ini membuatku semakin semangat mengikuti pelatihan menulis PGRI. Bu Helwiyah menemani narasumber Bapak Sudomo,S.Pt atau biasa disapa Pak Momo dengan tema "Kiat Menulis Cerita Fiksi". Pak Momo adalah seorang sarjana peternakan yang mumpuni dibidang literasi. Banyak sekali buku yang telah diterbitkan oleh Pak Momo. Saat ini beliau dipercaya sebagai ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat.

Mari kita simak paparan yang disampaikan oleh Pak Momo melalui chat WA grup.

1.Mengapa harus Menulis Fiksi?

Bagi sebagian orang tentu menulis fiksi adalah hal yang rumit. Imajinasi yang luar biasa menjadi tantangan sebenarnya. Bagaimana tidak menulis fiksi mengharuskan kita menyuarakan hati kita kedalam tokoh yang kita buat. Ada berapa alasan mengapa kita harus menulis fiksi, Yaitu:

  • Salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah literasi tentang fiksi. Dengan belajar menulis fiksi tentu guru akan lebih mudah menulis soal latihan AKM. 
  • Menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Jika seorang guru mampu menulis fiksi, guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh fiksinya. Ini akan membantu guru menyampaikan pesan moral melalui tokoh fiksinya.
  • Cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid, terutama yng menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan. 
  • Menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.
2. Apa Saja Syarat Bisa Menulis Fiksi?

Adapun syarat agar kita bisa mampu menulis fiksi. Bukan hal yang mudah untuk menuangkan kata-kata dalam bentuk fiksi. Untuk itu kita perlu mengetahui apa saja syarat bisa menulis fiksi antara lain:
  • Komitmen dan Niat yang kuat untuk belajar menulis fiksi baik melalui postingan atau blog. 
  • Kemauan dan kemampuan melakukan riset, tujuan agar tulisan menjadi lebih nyata.
  • Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Tujuannnya adalah untuk memperkaya kosa kata dan gaya menulis kita.
  • Mempelajari KBBi dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai dengan kaidah kebahasaan.
  • Mamahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.
3. Apa Saja Unsur-Unsur Pembangun Cerita Fiksi?

Seperti yang disampaikan diatas, syarat bisa menulis fiksi bahwa kita harus memahami dasar-dasar menulis. Maka kita harus memahami unsur-unsur dasar cerita fiksi yaitu :
  • Tema merupakan ide pokok cerita. Kita bisa menemukan tema dari yang paling dekat dengan kita. kita bisa menulis tentang, sekolah, keluarga atau lingkungan masyarakat. Bisa memilih tema yang paling disukai dan dikuasai. Hal ini akan memudahkan kita dalam menyampaikan cerita.
  • Premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halang rintang, dan resolusi.
  • Alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik. knflik/klimaks, dan ending.
  • Penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail dalam cerita. Karakter cerita bisa disampaikan secara langsung, fisik dan prilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran tokoh lain.
  • Latar/setting yang merupakan penggambaran waktu,tempat, dan suasana.
  • Sudut pandang uang merupakan carapenulis menempatkan diri. Penggunaan sidit pandang dalam menulis cerita fiksi secara konsisten.
4. Bagaimana Kita Menulis Cerita Fiksi?
Setelah kita mempelajari unsur-unsur cerita fiksi. Tentu kita ingin mengetahui cara menulis cerita fiksi. Berikut penjelasan dari Pak Momo.
  • Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Banyak permasalahan yang dialami 0enulis pada saat menghadapi writer's block.  Untuk mengatasi masalah itu bisa kita pelajari resume yang pernah saya tulis pada link https://ismaiskandarwm.blogspot.com/2022/02/writers-block.html
  • Perbanyak membaca  membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide, gagasan, tema,teknik menulis,pemilihan kata dan gaya bahasa.
  • Terkait ide dan genre. Catat segera ide yeng muncul agar ide tidak hilangbegitu saja. Pilih genre yang disukai dan dikuasai.
  • Kerangka karangan. Adapun beberapa tujuan daribkerangka karangan yaitu :
    • Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi.
    • Menentukan ta agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita.
    • Membuat premis sesuai tema
    • Menentukan uraian alur atau plot berdasarkan unsur-unsurnya.
    • Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik.
    • Menentukan latar/setting dengan menunjukan sisi eksotis dan detail.
    • Memilih sudut pandang atau pencitraan yang unik.
  • Mulailah menulis. Membuka cerita dengan baik ( dialog, kutipan, kata unik, konflik). Membuka cerita sebaiknya :
    • Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik. Bisa dipaparkan secara jelas kepada pembaca.
    • Menguatkan sisi kinflik intrnal dan ekaternal.
    • Mempertimbangkan sisi logis dan tidak cacat logika dan memperbanyak imajinasi.
    • memilih susuna kalimat pendek dan jelas.
    • Memperkuat tulisan dengan pemilihan diksi yang baik.
    • Membuat ending yang baik.
  • Melakukam swasunting. Swasunting dilakukan setelah selesai menulis. Apa saja yang harus dilakukan?
    • Jangan menulis sambik mengedit.
    • Menfokuskan penyuntingam pada kesalahan pengetikan, penggunaan kata baku, ejaan dan logika cerita.
    • Usaha menempatkan diri sebagai penyunting harus tega menyuntong tulisan sendiri.
    • Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Demikian paparan yang disampaikan Pak Momo secara gamblang dan jelas. Materi yang menarik  dan sangat bermakna sekali.

Menulis itu mudah jika kita menjalankan 6 kunci pada pertemuan ke 10 https://ismaiskandarwm.blogspot.com/2022/02/kunci-menulis-itu-mudah.html
Adapun kiat yang disimpulkan pada pertemuan malam ini adalah dalam menulis cerita fiksi kita harus niat dan fokus menulis, melakukan riset, memperbanyak referensi serta melakukan swasunting.

Salam Literasi

Senin, 07 Februari 2022

6 Kunci Menulis Mudah

 

Pertemuan ke 10

Tanggal, 07 Februari 2022

Tema : Menulis Itu Mudah

Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim

Moderator : Raliyanti

Resume ke 10

Gelombang 24

Tidak terasa sudah sepuluh pertemuan aku bersama teman kelas menulis. Jujur ini bukan hal yang mudah ditengah kesibukan sebagai guru dan ibu rumah tangga. mungkin sebagian besar ini terkesan lebay. Tetapi biarlah tetangga bicara aku nulis saja.

Setiap kehidupan memiliki sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak bisa memaksakan diri kita untuk menjadi orang lain. Dan kita tidak bisa memilih untuk menghindari sebuah kesulitan. Tetapi kita bisa menciptakan kebahagiaan pada diri kita. Semua tergantung pada pola pikir yang kita buat.

Seperti apa yang disampaikan oleh narasumber kita semalam Prof. Dr. Ngainun Naim seorang Dosen dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Beliau juga seorang penulis buku dan jurnal, seorang motivator serta pegiat literasi. Buku yang yang berjudul " Menulis Itu Mudah" mampu mengubah mindset penulis pemula.

Ibu Raliyanti selaku moderator membuka kelas dengan semangat. Sehingga peserta pelatihanpun ikut semangat. Apalagi ketika disampaikan bahwa ada dua peserta yang sudah menerbitkan buku solo nya. kerennn... 


Menulis itu mudah, bagi yang sudah lancar menulis. Bagaimana dengan saya? penulis pemula tanpa bakat pula gumamku malam itu. Pak Ngainun Naim membeberkan kunci Menulis agar menjadi mudah. 

1. Mengubah Pola Pikir

Pola pikir adalah cara pikir kita menilai sesuatu. Pola pikir atau mindset setiap orang berbeda-beda. Contoh kecil saya dan Pak Ngainun Naim. Menurut saya menulis itu sulit, saya butuh waktu yang lama untuk menyusun huruf per huruf menjadi sebuah kalimat. Berbeda dengan pola pikir Pak Ngainun Naim, yang mengaggap menulis itu mudah. Pola pikir sendiri itu mempengaruhi apa yang kita kerjakan.

Misalnya : Jika pola pikir kita mengatakan menulis itu sulit,maka selamanya menulis itu akan sulit. Tetapi ketika kita mengatakan menulis itu mudah, maka saat kita menulispun akan sangat mudah. Jadi apa yang kita pikirkan maka itu akan terjadi. 

Bangun pemahaman kita tentang menulis, bangun keyakinan kita tentang menulis, bangun kesadaran kita tentang menulis. Bahwa menulis itu mudah. Teruslah berfikir menulis itu mudah. Tanamkan dalam hati menulis itu mudah, mudah dan mudah. 

Kecil-kecil cabe rawit, menanamkan pola pikir menulis itu mudah akan berbuah karya yang menakjubkan.

2. Berlatih Menulis

Kita semua pasti sepakat, dengan istilah bisa karena terbiasa. Seberapa banyak teori menulis yang kita dapatkan tanpa praktik maka hasilnya nihil. Sama halnya saat kita belajar membuat tempe, kita belajar sama tukang tempe di pasar kecil sampai ke juragan tempe terkenal. Kita membaca buku cara membuat tempe enak sampai cara kilat membuat tempe. Atau kita googling aneka resep membuat tempe dari segala penjuru dunia. Kalau kita tidak pernah praktik membuat tempe, maka tidak akan ada tempe hasil karya kita.

Begitu juga menulis, selahap apapun kita berguru mencari ilmu, tanya sana-sini, kalau kita tidak pernah menulis maka tidak ada buku atau tulisan yang kita hasilkan. Itu artinya kita tidak bisa disebut sebgai seorang penulis.

Betul sekali teori menulis itu penting, tapi praktik menulis juga tidak kalah penting. Biasakan diri untuk menulis, berlatih untuk menulis maka lambat laun kita akan mudah untuk menulis. Jika ingin menjadi penulis sukses maka hukumnya wajib menulis setiap hari bagitu kata Pak Nginun Naim.

3. Banyak Membaca


Kegiatan menulis adalah menyampaikan pesan. Dari mana kita mendapatkan pesan? dari membaca. Dengan membaca kita seperti menabung kata. Kita akan memperoleh banyak kata, banyak kalimat, banyak pesan yang akan disampaikan melalui membaca. Melaui bacaan kita dapat memperkaya kosa kata. Semakin banyak kosa kata yang kita miliki, akan semakin mudah dalam menulis. Karena aliran kata akan mengucur secara terus menerus. Jadi menulis itu mudahkan??


4. Meluangkan Waktu


Meluangkan waktu adalah PR bagi semua penulis. Bagaimana kita bisa menulis kalau tidak ada waktu untuk menulis. Setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Semua tergantung manajemen waktu yang kita susun. Kapan kita mengurus anak, kapan kita kerja kapan kita mengurus rumah, kapan kita menulis. Buatlah jadwal agar waktu yang jumlahnya hanya 24 jam tiap hari bisa produktif dan bermanfaan.

Nah, jika jadwal kita terlau padat maka berilah sedikit waktu kita untuk menulis. Kita bagi waktu dengan baik agar semua pekerjaan akan tuntas tepat waktu. Pak Ngainun Naim mengatakan " Jangan menunggu waktu luang, tetapi luangkan waktu kita untuk menulis" dengan begitu menulis akan menjadi lebih mudah.

5. Rajin Mengamati,Mencatat dan Mengolah Catatan

Tentu kunci menulis itu mudah saling berkaitan satu sama lain. Jika kita sudh bisa mengubah pola pikir kita, kemudian kita berlatih menulis, lanjut rajin membaca, dan meluangkan waktu. Maka kunci berikutnya adalah mengamati, mencatat dan mengolahnyanya menjadi tulisan.

Apa yang kita liht, kita amati kemudian kita catat, dan kita mengolah hasil pengamatan kita tentu akan membuahkan hasil tulisan yang menarik. Banyak sekali yang bisa kita amati di sekitar kita, untuk menghasilkan karya indah. Kita bisa mencatat dan mengolahnya agar lebih bermakna dan bermanfaat.

6. Belajar Menulis Dari Para Penulis

Menjadi seorang penulis perlu banyak belajar. Tidak semua instan bisa langsung menjadi penulis terkenal. Semua butuh proses, semua butuh belajar. Jangan malu untuk berguru mencari ilmu. Ikut gabung di grup menulis untuk mengasah mendapatkan ilmu. Di grup menulis tentu banyak diskusi untuk sharing pengalaman menulis. Banyak sekali wahana untuk belajar menulis kepada penulis. Sesuai pepatah belajar sepanjang hayat.


Demikian rangkuman paparan yang disampaikan Pak Ngainun Naim semalam. Kita dapat menarik kesimpulan dari paparan tersebut. Saya akan tuliskan dalam deretan syair berikut.

Menulis itu mudah, jika kita berfikir mudah

Menulis itu mudah, jika kita mencoba

Menulis itu mudah, jika rajin membaca

Menulis itu mudah, jika waktu kita luangkan

Menulis itu mudah, jika kita amati, catat dan olah

Menulis itu mudah, jika kita belajar dan terus berusaha 

Teruslah menulis, dan menulis dan biarlah tulisan kita menemukan takdirnya. 

Salam Literasi.

 

Minggu, 06 Februari 2022

Bahaya Tebang Kayu Pinggir Jalan

 


Siang ini cuaca sangat mendung, gerimis kecil menemaniku sepanjang jalan. Kanan kiri jalan banyak hpohon pinus yang tumbang sisa hujan angin dua hari yang lalu. Perlahan suamiku melajukan si roda dua menelusuri jalan berbatu. Naik turun dan berliku menjadi tantangan baru.

Sejenak hatiku berdegup kencang. Ketika tepat berada di jalan yang turun, terdengara suara "kreetttt kreetek". Untung saja suami sigap menghentikan laju motor. Pohon albi besar jatuh depan mata kami. Sontak saja kami terkejut menyaksikan tumbangnya pohon.

Kami saling bertanya, kenapa ada pohon tumbang? Padahal angin tidak begitu kencang. Suami terlihat mengatur nafasnya, karena syok melihat tumbangnya pohon. Qodarullah, biasanya suami melaju cepat dengan motornya. Sekarang Allah menolong kami, suami memperlambat laju motornya hari ini.

Aku pun turun dari motor untuk membereskan ranting kayu yang menghalangi jalan. Dan yang mengejutkan, tiba-tiba di bawah muncul seseorang bertopi, berbaju merah sambil berkata "hapunten bu... Abdi teu terang saha". Ternyata pohon albi jatuh bukan karena angin, tetapi karena sengaja ditebang. 

Ternyata masih ada orang yang tidak memperdulikan keamanan pengguna jalan umum. Seandainya si bapak tadi menebang kayu pinggir jalan tidak sendirian, ada seseorang yang membantu mengamankan jalan. Mungkin pengguna jalan akan lebih berhati - hati, mengikuti instruksi penebang pohon. Seandainya posisi akar pohon ada di pinggir jalan bukan di bawah tebing, pasti si penebang pohon kelihatan dan pengguna jalan yang lain tahu ada pohon akan ditebang. Seandainya si penebang pohon tidak menjatuhkan pohonnya ke sisi jalan akan tetapi ke sisi lain yang lebih luas dan aman, ini pasti lebih aman untuk pengguna jalan lewat.

Dari sini kita bisa mengetahui, meskipun kita mengambil hak kita sendiri jangan sampai kita mengambil hak orang lain. Mungkin si penebang kayu berhak atas kayu yang ditanamnya, akan tetapi dia telah mengambil hak aman pengguna jalan. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menuntut hak kita tanpa mengabaikan kewajiban kita. 

Salam literasi.
Oleh. Isma Nuryani

Jumat, 04 Februari 2022

Komitmen


 Pertemuan  ke 9

Tanggal, 4 Februari 2022

Tema : Komitmen Menulis Di Blog

Narasaumber : Drs. Dedi Dwitagama,M.Si

Moderator : Rosmiyati

Resume : Ke 9

Gelombang 24


Blog

Sebuah kata singkat 

Hanya terdiri empat huruf

Mampu menyimpan triliyunan kalimat

Blog

Kata kecil

Yang mampu membesarkan orang banyak

Mampu menghipnotis sang hypnosis

Blog

Hanya sebuah ruang maya

Yang mampu membuat orang terlena

Mampu mebagi cerita tanpa berkata


Pertama mengenal blog adalah ketika saya bergabung di kelas menulis. Kelas inspiratif, edukatif dan penuh dengan motivator yang luar biasa. Saya juga masih banyak belajar dan perlu belajar. Bagaimana penggunaannya dan manfaatnya apa? entahlah... Saya hanya ingin mencari ilmu, saya hanya ingin belajar, untuk hasil biarlah blog ini membantu saya menemukan kelebihan saya.

Dari awal pelatihan menulis, di kelas menulis baru disampaikan tentang cara mencari ide, motivasi menulis, cara mengubah tulisan dan masih banyak lagi. Yang terakhir kemarin adalah cara menghadapi writer's block. 

Dan untuk pertemuan kali ini dihadirkan seorang narasumber, seorang motivator, seorang trainer, seorang inspiring yang sudah tidak diragukan lagi untuk prestasinya, Bapak Drs. Dedi Dwitagama,S.Si. Sambutan meriah walau hanya lewat maya dari peserta menggema dibalik chat moderator Bu Rosmiyati. 

Antusias dan semangat  peserta kelas menulis luar biasa, dibuktikan dengan banyak pertanyaan yang mampir di Bu Rosmiyati. Bahkan para senior kelas menulis pun tetap ikut stay on menyimak paparan Pak Dedi. 

Sebelum Pak Dedi memaparkan materinya yang bersumber dari pertanyaan peserta, Pak Dedi memperkenalkan diri melalui voice note dan berbagi link. Berikut untuk mengenal lebih dekat sang Guru Bloger kita hari ini, klik https://trainerkita.wordpress.com/about/ . 

Kita juga bisa mengenal Pak Dedi hanya dengan mengetik nama beliau di tab google chrome.


Cukup tulis aja nama beliau puluhan foto dan kegiatan beliau akan muncul di monitor kita. Luar biasa bukan?? Kelas menulis ini bisa mengahadirkan orang- orang luar biasa yang namanya sudah haru ke Nusantara bahkan ke luar negeri juga. Mau tau caranya?? kata beliau " Saya bisa sampai ke luar Negri ya karena internet, karena tulisan saya di blog" begitulah suara Pak Dedi yang mantap, lugas dan berwibawa.

Paparan Pak Dedi dimulai dari pertanyaan pertama yaitu, " Mengapa kita harus menulis di blog dan apa sih manfaat menulis diblog". Menurut Pak Dedi menulis di blog itu seperti menulis diary, perbedaannya adalah jika kita menulis di diary yang bisa membaca adalah diri kita sendiri, akan tetapi kalau nulis di blog kita seperti menulis diary yang kita bisa di publikasikan ke seluruh dunia. Tentunya menulis di blog memiliki banyak manfaat. Ketika kita mencari informasi di internet kita bisa mendapatkannya lewat tulisan di blog. karena pada dasarnya blog adalah website pribadi yang dikelola sendiri.Saat ini banyak sekali blog yang gratis memfasilitasi penulis hanya dengan modal menulis dan modal email. Seperti Blogspot, kompasiana dan masih banyak lagi. Selain itu manfaat blog bisa membawa kita dalam pertemuan maya, bisa memberikan edukasi serta banyak lagi.

Adapun kriteria blog yang bagus adalah selalu di update secara rutin oleh sang pemilik, kontennta bermanfaat untuk orang banyak dan yang pasti banyak pengunjungnya. Apapun menu yang ada pada blog adalah kebebasan pemilik blog. Karena blog sendiri itu seperti rumah sendiri mau di model minimalis atau maksimalis terserah pemilik rumah. Rumah mau dibuat berapa kamar juga terserah pemilik rumah. Rumah mau didekorasi bagaimana pun bebas, suka-suka pemilik rumah. Begitu juga cara meng update blog kita.

Menurut Pak Dedi, blog adalah bentuk aplikasi website yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Adapun cara atau tips untuk komitmen menulis di blog yaitu kita menulis setiap hari. Komitmen itu suatu tindakan yang dilakukan secara rutin. Sedangkan blog itu sebuah rumah. Sudah tentu kalau kita punya rumah harus dirawat, dibersihkan setiap hari, disapu setiap hari. Perihal siapa yang melakukannya kembali ke pemilik rumah, mau disapu sendiri atau mau bayar orang lain. Mau dirawat sendiri apa mau dirawat orang lain?

Tips yang diberikan Pak Dedi agar bisa menulis setiap hari, beliau sering satu kali menulis itu bisa mencapai tujuh tulisan. Nah tujuh tulisan itu diatur jadwal tayangnya. Sehingga Pak Dedi samapai saat ini sudah ada tulisan yang tayang untuk satu bulan kedepan
Waw... Mantap kan? Sekali tulis bisa sampai tujuh judul. Luar biasa...

Ada banyak cara agar blog kita ramai dikunjungi  seperti isi blog kita dengan apa saja yang dicari banyak orang misal trending topik, isi tulisan dengan sesuatu yang dbutuhkan banyak orang, sering berkunjung ke blog orang lain dan meninggalkan komentar di blog orang lain, promosi di group WA, instagram, twitter, facebook, dsb.

Kita juga bisa melihat stastistik tulisan kita. Seberapa banyak orang yang melihat tulisan kita dari hari ke hari. 


Dari stastistik kita bisa mengetahui, tulisanbyang seperti apa yang banyak pengunjungnya. Berarti tulisan kita tersebut banyak diminati.

Tema atau ide tulisan apa saja yang kita tulis seauai mood kita, dengan bajsa yang bagaimana y sesuai dengan tulisan kita. Karena blog adalah website pribadi maka kita sendiri yang mengelola blog sendiri.

Tentu banyak sekali ilmu yang diberikan oleh Pak Dedi. Banyak sekali yang bisa kita gali dari sebuah blog. Banyak sekali informasi yang kita dapatkan dari blog. Maka rajinlah menulis di blog,  dengan begitu kita sudah komitmen untuk terus menulis di blog.

Sesibuk apapun kita, selelah apapun kita usahakan minimal satu untuk sehari melihat dan menulis blog kita. Karena kita harus komitmen. Ini tidaklah mudah terutama untuk penulis pemula seperti saya ini. Maka sering kita mendengar istilah komitmen itu mahal.

Yuk, biasanya yang mahal itu berkualitas... Jadi dengan komitmen menulis, akan menjadikan kita sebagaibpenulis yag berkualitas


Salam Literasi

Kamis, 03 Februari 2022

Filosofi Ki Hajar Dewantara VS Peradaban


 Nguping Satu Guru

Cilacap, 3 Februari 2022

Tema : Filosofi Ki Hajar Dewantara VS Peradaban Digital

Narasumber : Dr. Fahrudin Faiz, S.Ag, M.Ag

Moderator : Mr. Bams


Cilacap diguyur hujan angin, air yang turun seolah ditumpahkan dari langit yang gelap. Waktu menujukan pukul 16.15 aku baru ingat janji pada diriku sendiri. Janji ingin bertemu maya dengan orang hebat yang luar biasa Bapak Dr. Fahrudin Faiz,S.Ag, M.Ag. Beliau adalah seorang pakar filsafat islam, dan Dosen UIN Yogyakarta.  

Segera ku ambil gawaiku, ku cari tulisan biru yang mebawaku untuk bertemu beliau. Link yang aku dapat dari sang pioner Om Jay di grup WA kelas menulis bersama PGRI segera ku klik. Meski dentuman air hujan memekakan telinga, tak pantang ku pantau zoom meeting sore ini.

Benar saja, acara sudah dimulai. Acara yang dipandu oleh Mr. Bams sebagai moderator sudah berlangsung sekitar berapa menit. Sayang sekali aku tak bisa bertemu dengan Bapak Fahrudim Faiz. Akan tetapi rasa kecewa terbayar oleh putaran video yang dikirim oleh Pak Fahrudin Faiz.

Aku bangga tidak lupa akan janjiku sendiri. Karena acara Nguping satu guru ini sungguh luar biasa. Meski sang narasumber berhalang hadir karena musibah, acara tetap berjalan dengan lancar dan menawan. Suara syahdu yang mengiringi video membuat bulu roma berdiri. Gemetar tangan memegang gawai, detak jantung seakan berhenti. 

Materi yang disampaikan melalui video seakan menyihir air hujan untuk diam. Suara yang syahdu dan merdu, materi yang mendalam dan menarik membawaku ke alam bawah sadar. Sungguh sangat indah filosofi Sang Guru Besar Ki Hajar Dewantara.



Pada dasarnya semua manusia itu istimewa. Jika merasa tidak istimewa itu hanya belum menemukan keistimewaannya. Tuhan menciptakan manusia lebih sempurna dari mahluk lainnya. Untuk itu jangan sia-siakan kesempatan kita. Jangan sia-siakan hidup kita. Hidup hanya sekali manfaatkan sebaik baiknya.

Tidak ada manusia yang tak berguna, jika merasa tidak berguna baca kembali jati diri. Cari dan temukan bakat diri. Setiap anak hidup dan tumbuh sesuai bakat masing-masing. Bakat setiap anak berbeda beda. Tentunya kita sebagai pendidik yang bertugas untuk mengarahkan, merawat, menuntun, dan menumbuhkan kodrat setiap anak. 


Seperti filosofi Ki Hajar Dewantara bahwasanya pendidikan memiliki tujuan yang disebut Tri Rahayu. Apa saja Tri Rahayu itu ? 

Yang pertama Hamemayu Hayuning Sarirom artinya mempercantik diri sendiri. Pendidikan bertujuan untuk mempercantik diri sendiri. Menjadikan diri kita sendiri lebih baik dari yang lain. 

Yang kedua Hememayu Hayuning Bangsa. Artinya pendidikan mempercantik bangsa. Dengan pendidikan bangsa menjadi indah. Jika bangsa sudah indah maka lestarikan. Bagaimana cara melestarikanya? Ya dengan pendidikan.

Tujuan yang ketiga yaitu Hamemayu Hayuning Buwono. Artinya mempercantik alam semesta.  Untuk menjaga alam semesta dengan pendidikan.

Jadi Tri Rahayu sebagai tujuan pendidikan saling berkaitan. Mempercantik diri sendiri, mempercantik bangsa dan mempercantik alam semesta. Jika diri sendiri cantik, maka bangsa juga akan cantik. Jika bangsa cantik maka alam semestapun cantik. 

Sejatinya pendidikan adalah kunci dari peradaban. Ingin sukses melalui pendidikan, ingin bahagia melalui pendidikan, ingin sejahtera melalui pendidikan, ingin tentram melalui pendidikan. Karena pendidikan itu kunci dari semuanya. Pendidikan adalah kunci peradaban.

Dasar pendidikan yang disampaikan Ki Hajar Dewantara menjadi semboyan pendidikan di Indonesia. Dasar pendidikan atau sering disebit Tri Loka yaitu Ing ngarso sung tuladha, ing  Madya mangun karsa, tut wuri handayani. Tentu kita sering mendengar istilah itu. Tapibkadang kita tidak tahu apa makna daribkalimat itu.

Ing ngarso sing tuladha artinya jika kita didepan maka kita harus memberi contoh. Didepan bukan hanya guru saja, orang tua, pimpinan dan lainnya. Jika kita berada didepan dengan statusbapapun maka kita wajib memberi contoh.

Ing madya mangun karsa. Madya artinya tengah. Jadi jika kita berada ditengah ada bersama-sama maka kita harus kreatif. Dalam hal ini kita harus berkarya, bekerja sama untuk kemajuan. 

Tut wuri handayani artinya yang dibelakang mendorong atau mendukung. Posisi di belakang harus mendorong yang di depannya. Mendukung dan memberi suport.

Ini adalah materi yang sangat menarik, pendidikan sangat penting sekali. Sangat helas dan gamblang jika alam semesta tak ada pendidikan. Seperti yang dijabarkan Ki Hajar Dewantara melalui video Bapak Fahrudin Faiz bahwa dasarnya pendidikan itu Tri Loka dan tujuan pendidikan adalah Tri Rahayu. Pendidikan merupalan kunci dari perdaban. 

Demikian rangkuman materi yang disampaikan Bapak Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag. M.Ag.


Cilacap, 3 Februari

Oleh. Isma Nuryani,S.Pd

Rabu, 02 Februari 2022

Writer's Block


 Pertemuan ke 8

Tanggal pertemuan : 02  Februari 2022

Tema : Mengatasi Writer's Block

Narasumber : Ditta Widya Utami,S.Pd.Gr

Moderator : Widya Setianingsih

Resume : Ke 8

Gelombang  : 24


Malam Jumat malam Sabtu

Malam Minggu malam yang ditunggu

Semangat sebarkan ilmu

Sambil nulis buku yang bermutu


Malam kamis makan delima

Delima merah enak rasanya

Latihan menulis moderatornya Bu Widya

Bu Ditta Widya Narasumbernya


Malam ini sangat cerah, setelah beberapa hari kemarin hujan lebat disertai angin. Si kecil baru saja memejamkan matanya. Segeralah saya menuju laptop untuk mengikuti pelatihan menulis malam ini. Meski tak bisa on time tapi  tak mematahkan semangatku. Malam putaran ke delapan adalah malam yang mewah. Ditemani dua bidadari yang mempesona, yang mampu menaklukan kesunyian malam.

Pada pertemuan kali ini Bu Widya Setianinggsih langsung membuka acara malam ini dengan pertanyaan yang menggelitik. Beliau bertanya"Pernahkah sahabat literasi hanya bengong di depan laptop sambil menggaruk-garuk kepala, ide seolah hilang?menguap entah kemana?" sayapun merasa tercekat dengan pertanyaan beliau. 

Saya pun tak memungkiri kejadian itu terjadi pada saya. Bukan hanya sekali tapi juga sering sekali. bahkan untuk menulis inipun saya mengalami virus Writer's Block. Virus ini sangat berbahaya boleh dikatakn 11-12 dengan virus corona. 

Pagi ini, saya pun membuka kembali tulisan yang tertunda semalam. Saya cermati kembali diskusi di WA  grup. Perlahn -lahan ke gerkan jemari dia  atas keyboard sambil menerawang. Dalam pembahasan yang diberikan narasumber Ibu Ditta Widya Utami,S.Pd.Gr semalam akan saya sampaikan melalui tulisan saya ini.

Sebelumnya saya perkenalkan dulu siapa Ibu Ditta Widya Utami,S.Pd.Gr. Beliau adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy. Wanita kelahiran Jawa Barat tahun 1990 ini punya banyak segudang prestasi. Banyak karya solo yang sudah beliau terbitkan. Beliau juga aktif dalam bidang literasi, aktif dalam PGRI, aktif dalam Komunitas Belajar Menulis Jawa barat  dan masih banyak komunitas yang beliau ikuti. Beliau juga sebagai pengajar praktik guru penggerak angkatan 3 juga loh... Tiga kata untuk beliau adalah muda, cantik, berbakat.

Sama seperti narasumber yang lain, BU Ditta juga alumni pelatihan belajar menulis gelombang 7. Sungguh pelatihan penulis yang di prakarsai Om Jay ini menerbitkan orang-orang hebat yang luar biasa.

Untuk mengawali materinya, Bu Ditta memberi tantangan dengan  pertauran sebagai berikut:

1. Silahkan Bapak dan Ibu membuat tulisan dari apa yang telah dibaca di link  https://dittawidyautami.blogspot.com/2022/01/saat-kita-berbuat-salah.html?m=1 yang dikirimkan Bu Ditta.

2. Bentuk tulisan bebas

3. Tulisan boleh dikirim via moderator atau kolom komentar blog.

4. Waktunya hanya 15 menit

Sontak saja semua peserta pelatihan menulis mengikuti aturan main yang dibuat oleh Bu Ditta. Alhasil, banyak sekali tulisan yang dikirimkan oleh peserta. Ada yang berbentuk puisi ada pula yang berbentuk narasi.

contoh tulisan yang berbentuk puisi saya ambil dari tulisan Ibu Moderator 

Setiap kita pernah salah

Khilaf

 terluka

Terjatuh

Tertatih

Tercabik

Tapi cobalah untuk berdiri lagi

Walau itu butuh kekuatan hati

Selama udara masih terhirup di dada

Angin yang menghempas

Jangan jadi bencana

Jalan tak selalu indah kawan

Kaupikir akan selalu bertabur bunga

Ha ha ha kau meracau saja

Mendaki, terjal dan penuh karang tajam

Menurun, terperosok

 Bahkan kadang terjungkal tanpa daya

Tangis itu juga ada

Tak apa

Menangislah

Tapi setelah itu usap dengan tekad bara

Jika memang harus mundur, mundurlah

Tapi setelah itu melompatlah lebih jauh

Pasti

Akan ada tatap-tatap menghinakan

Cibiran merendahkan

Dan suara sumbang menertawakan

Tak apa

Karena setelah itu  bungkam mulut mereka

dengan keberhasilan

Dan jadikan dirimu pemenang…

 Salain bentuk puisi, ada jugaa yang menulis dalam bentuk narasi seperti ketua kelas gelombang 23 dan 24 Bapak Sigid PN

Salah dalam menulis itu hal biasa. Tidak ada manusia yang sempurna. Sebaik-baik tulisan adalah Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Manusia diberikan akal dan pikiran. Sebagai manusia yang cerdas tentunya akan belajar dari kesalahan. Walaupun begitu, kesalahan kadang menghantui dan datang pada saat yang tidak diinginkan.

So, enjoy saja untuk mengambil hikmah dari kesalahan dan memperbaikinya.

 


Bu Ditta  menjelaskan Writer's block  atau WB adalah keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. WB dapat menyerang siapa saja, baik penulis berpengalaman maupun penulis pemula. Bisa terjadi pada penulis cerpen, novel, puisi pantun bahkan jurnal ilmiah.

WB umumnya disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis. Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya atau merasa tertekan stres dan frustasi.

WB bisa menjangkit siapa saja, dan seberapa lama WB menyerang penulis tergantung kemampuan penulis untuk mengatasinya. WB bisa menyerang hanya dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bulan dan bahkan tahunan.

"Lalu bagaimana cara mengatasinya? " tanya Bu Widya dalam diskusi. Bu Ditta pun menjelaskan untuk mengatasi masalah WB langkah pertama yaitu cari tahu penyebab WB. karena faktor penyebabnya bisa datang dari banyak faktor. 

Penyebab yang pertama adalah mencoba metode/topik baru dalam menulis. Contoh: kita lebih senang menulis cerpen, kemudian kita mencoba menulis puisi. Hal ini akan menyebabkan kita terserang WB , ide yang muncul akan sangat lambat. Untuk mengatasi masalh ini maka kita hrus terus belajar dan belajar untuk mengasah kemampuan kita dibidang lain.

Penyebab kedua yaitu stress, lelah fisik dan mental. kesibukan kita yang luar biasa bisa menyebabkan kelelahan sehingga timbul stress. Jika kita diserang oleh WB karena lelah kita bisa istirahat sejenak atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Bisa jalan-jalan, berkebun atau aktivitas lain yang menyenangkan menurut kita.

 Penyebab selanjutnya adalah terlalu perfeksionis. Menajdi perfeksionis boleh akan tetapi terlalu perfeksionis itu berbahaya. Ada istilah perfectionism kills creativity artinya perfeksionis dapat menghilangkan kreativitas  kita. Semuanya perlu proses  penulis pemula harus sabar, teruslah berlatih menulis dan menulis.

Pada akhirnya saat kita menulis teruslah menulis dan menulis, mulailah belajar menulis bebas, jika kita merasa lelah istirahatlahlah, selesaikan tulisan kita agar tidak terserang Writer's Block . Ide menulis bisa dari mana saja,kapan saja  dan dimana saja. Apapun bentuk tulisan kita, tumbuhkan percaya diri kita. Biarkan tulisan kita menemukan takdirnya. Niatkan kuat-kuat dalam hati "Aku ingin menulis 1000 buku, dalam waktu 1000 tahun, meskipun 1000 rintangan silih ganti menghadang"  pungkas moderator mengakhiri diskusi malam ini.

Jadilah diri sendiri, karena ini adalah diri kita sendiri bukan dia atau mereka "be your self"


Salam Literasi



PMDK

 Sekolah di sekolah yang favorit penuh dilema bagiku yang mempunyai orang tua dengan taraf ekonomi rendah. Berada di lingkungan yang penuh d...